Tips Trik Dapat Score IELTS Memuaskan Meskipun Tidak Ahli Dalam Mengenal Bahasa Baru

Ditulis oleh Hatta Bagus Himawan

Tidak semua ditakdirkan memiliki kecerdasan verbal-linguistic yang bagus, sehingga perlu waktu yang cukup lama untuk mendapatkan score IELTS / TOEFL iBT yang biasa menjadi persyaratan kampus-kampus di luar negeri maupun sponsor beasiswa.

Saya adalah salah satunya, dimana belajar bahasa baru adalah momok tersendiri buat saya, jadi ya memang harus go the extra mile. Saya cukup menyadari kemampuan saya, sehingga saya harus menemukan cara efektif untuk menaklukan IELTS ini. Ada 4 section dalam IELTS yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking. Saya akan mencoba sharing pengalaman saya siapa tau bisa membantu teman-teman semua

Listening

Section ini tidak begitu membutuhkan keterampilan khusus, kuncinya cuma konsentrasi dan fokus. Bagaimana melatihnya ? Latihan setiap hari, tidak ada cara lain. Apakah mendengarkan musik, berita atau film berbahasa inggris membantu ? Tergantung, seperti yang saya katakan sebelumnya, verbal-linguistic saya kurang bagus. Jadi cara itu kurang efektif buat saya tetapi untuk beberapa teman itu sangat membantu.

Reading

Untuk section ini, sebenarnya tantangan kita adalah waktu karena kita hanya diberikan waktu 1 jam untuk menjawab 40 soal (klo gak salah, rada lupa). Awalnya saya latihan menggunakan bukunya barron, akan tetapi tingkat kesulitan soal ujian aslinya lebih berat. Jika saya menggunakan soalnya barron, saya bisa mendapatkan poin 7,5 dengan mudah akan tetapi beda ceritanya jika menggunakan referensi cambridge (fyi, soal ujiannnya menggunakan cambridge). Dapat nilai 6,5 saja susahnya minta ampun.

Jadi jika teman-teman masih memulai preparation (pemanasan) IELTS tidak ada salahnya menggunakan referensi Barron, akan tetapi jika mau tes IELTS sungguhan, ada baiknya untuk latihan menggunakan referensi Cambridge. Untuk mendapatkan referensi tersebut silakan baca paragraf saya paling akhir

Oh ya, jangan keras kepala untuk melewati soal yang dirasa sulit, segera move ke soal selanjutnya karena sayang waktu kalau menghabiskan waktu di hal yang memang susah dijawab. Selain itu jangan segan-segan untuk memberi mark/coretan di lembar soalnya untuk poin-poin yang penting misal nama orang, tahun kejadian dsb. Hal itu sangat membantu untuk mempersingkat skimming.

Poin terakhir sering-sering latihan, usahakan 1 hari mengerjakan 1 bacaan atau lebih bagus lagi kalau 3 bacaan sekaligus.

Writing

Section ini terbagi menjadi 2 task, untuk melihat poin-poin penilaiannya silakan cek disini dan disini. Untuk task 1, kuncinya banyak-banyak pembendaharaan kata untuk conjunctions. Selain itu, biasanya soalnya mengenai grafik, jadi perbanyak pembendaharaan katanya jangan hanya terpaku dengan increase atau decrease, jangan segan untuk menggunakan fluctuate atau stabilize. Selain itu tidak jarang grafik tersebut menampilkan tahun / bulan kejadian sehingga jangan lupa menggunakan past tense dalam menjelaskan grafiknya. Selain grafik / tabel, tidak ada salahnya latihan menulis untuk menjelaskan alat karena terkedang intruksi soalnya adalah menjelaskan alat-alat tertentu

Pada task 2, gampang-gampang sulit. Masalah terbesar adalah haram hukumnya menggunakan I think. Jadi untuk kasus ini saya mengakali dengan seolah-olah opini saya adalah perkataan orang terkenal misal Steve Jobs, SBY ataupun siapa saja yang berkorelasi dengan topik tersebut. Jadi secara gak langsung  teman-teman harus menggunakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Awalnya sih saya berfikir bener gak ya memberikan “opini palsu”, tetapi setelah saya pikir ulang toh ini bukanlah tulisan yang dinilai “isi tulisannya” jadi saya rasa gak ada masalah.

Selain hal tersebut, pada task 2 saya memasukkan Bibliography atau References. Saya kurang tau bekerja atau tidak tetapi saya mendapatkan poin cukup memuaskan saat menggunakan itu

Speaking

Pada Speaking, ada beberapa poin yang harus diperhatikan, poin penilaiannya ada disini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan

1. Haram hukumnya menjawab tidak tahu, karena saat menjawab tidak tahu kemungkinan kecil kita dapat mengembangkan jawaban kita. Yang berarti untuk poin Fluency and coherence bakalan kecil. Untuk section ini saya terpaksa menceritakan bukan kondisi real. Pada saat saya disuruh menjelaskan tetangga saya, saya sedikit kesulitan karena saya tinggal di apartemen yang di mana saya kurang begitu mengenal penghuni di lantai saya sehingga saya menceritakan tetangga rumah orang tua saya yang di surabayaKarena kalau saya jawab tidak tahu, sedikit kesulitan mengembangkannya

2. Untuk mempermudah menjawab, gunakan poin-poin. Misal : Jelaskan pekerjaan kamu, jelaskan step – step pekerjaan  teman-teman jangan di-summary. Karena jika di-summary maka penjelasan menjadi singkat dan cukup sulit untuk mengembangkan lebih lanjut

3. Gunakan Idiom, silakan cek disini. Silakan cek di poin Lexical resource pada bandscore 7, menggunakan idiom. Sebelum saya melakukan tes speaking, saya menyimpan amunisi (idiom) dulu untuk disampaikan, minimal hafalkan 7 idiom yang siap ditembakkan (digunakan) saat menjawab pertanyaan. Bagaimana jika idiom yang disiapkan tidak cocok dengan topik ? Giring supaya cocok, misal  teman-teman menyiapkan kalimat PULL A RABBIT OUT OF A HAT padahal ditanyakan tentang hobi kamu.  teman-teman bisa mengarahkan bahwa  teman-teman punya hobi yang sama dengan teman lain dan teman lain tersebut punya kemampuan PULL A RABBIT OUT OF A HAT

Kurang lebih itu sharing pengalaman dari saya, semoga bermanfaat dan dapat membantu  teman-teman. Oh ya ada file yang cukup membantu untuk belajar (kumpulan soal cambridge), jika berminat, bisa email saya di hatta.bagus22[at]gmail.com untuk mendapatkannya

Disadur dari http://hattabagus.com/tips-trik-dapat-score-ielts-memuaskan-giliran-ala-saya/

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: