TKP PPI Dunia: Mengapa Kami Bergabung Tim Kajian Papua Barat PPI Dunia?

Setelah Divisi P2EKA dan Ketua Tim Kajian Papua Barat (TKP) PPI Dunia periode 2016/2017 menyeleksi berkas berupa CV dan motivation letter, ditetapkanlah 50 anggota TKP PPI Dunia dari 142 pendaftar sejak dibukanya open recruitment. Berikut beberapa penggalan petikan motivasi dari yang terpilih sebagai ketua bidang dan wakil anggota khusus TKP PPI Dunia.

 

Scholastica Asyana Eka Putri Prasetio (Ketua Bidang Media & IT)

“Menuntut ilmu hukum di Prancis dan mengenal banyak pola pikir masyarakat dunia ternyata justru memperkaya pengetahuan saya sendiri. Saya juga ingin saling berbagi lebih lanjut dengan kawan-kawan di Tim Kajian Papua Barat. Bahwa hukum dan hak asasi manusia harus ditegakkan, tanpa perlu kearifan lokal ditumbangkan. Jangan sampai keinginan kita untuk memajukan peradaban di Tanah Cendrawasih berujung pada kapitalisme modern dan eksploitasi besar-besaran pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mungkin pada asalnya telah makmur dan bahagia, gemah ripah loh jinawi. Banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan nilai lokal, dan program-program Tim Kajian Papua Barat memerlukan beberapa polesan lagi untuk mewujudkannya. Komunikasi dua arah dan kajian langsung di lapangan sangat dibutuhkan, mengingat kita bekerja untuk masyarakat dan jangan sampai hanya jadi utopia semata.”

 

Yanuar Muhammad Najih (Wakil Ketua Bidang Media & IT)

“Menurut saya, keadilan sosial belum terwujud di Papua. Sebagai generasi penerus, dan juga sebagai pelajar Indonesia di Inggris, saya merasa memiliki tanggung jawab intelektual untuk turut serta menyumbangkan ide dalam rangka pengembangan Papua menjadi daerah yang lebih sejahtera. Selain itu, saya juga memiliki cita-cita untuk membangun jaringan transportasi kereta pengangkut barang di Papua supaya harga komoditas di Papua bisa menjadi murah. Pemerintah juga sudah mencanangkan program pembangunan sarana transportasi kereta di Papua pada tahun 2015. Hal tersebut menjadi alasan saya mengambil studi tentang Railway System Engineering di program master saya. Menurut saya, tanpa sarana transportasi barang yang baik, keadilan sulit terwujud bagi masyarakat Papua. Oleh karena itu, saya menganggap bahwa studi yang saya ambil merupakan bentuk investasi yang saya harap dapat berguna bagi pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia, khususnya di Papua. Sebagai langkah awal, saya sangat berharap dapat bergabung di Tim Kajian Papua PPI Dunia supaya dapat berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai Papua dengan teman-teman lain yang juga memiliki kepedulian yang sama.”

 

Chalilah Syahharbanu Malikin Rumakat (Ketua Bidang Lapangan)

“Sebagai salah satu Putri daerah yang berasal dari daerah Raja Ampat, Misool Selatan, Suku Matbat, saya terpanggil secara naluriah untuk membantu bukan hanya bagi daerah saya berasal tapi juga di seluruh daerah Papua. Menjadi anggota Tim Kajian Papua Barat PPI Dunia ini adalah salah satu langkah awal untuk memulai keinginan yang sangat tulus dari dalam hati saya untuk membantu membangun daerah Papua. Bergarbung dalam kerorganisasian dapat mengembangkan soft skill yang saya miliki serta memperluas wawasan dan lingkup pergaulan saya jika nantinya dapat bergabung bersama Tim Kajian Papua Barat PPI Dunia.”

 

Izzudin Arafah Irawan (Wakil Ketua Bidang Lapangan)

“Hampir di penghujung 2015, saya mendapatkan kesempatan menjadi salah satu peneliti di tim peneliti sosial budaya di Papua Barat. Berbagai persiapan secara maksimal terus dilakukan di Pusat Pendidikan dan Pendidikan Pasukan Khusus, Kopassus, Batujajar – Bandung dan pada februari saya diberangkatkan ke Papua. Tugas utama dan secara umum saya selama di Papua adalah memetakan sumber daya alam dan manusia. Dalam bidang sosial budaya, tugas tersebut meliputi penelitian terkait kondisi fisik, kondisi sosial, adat istiadat, perkawinan, kekerabatan, kesehatan, ekonomi dan pariwisata. Untuk mencari data mengenai pendidikan khususnya, saya banyak melakukan interaksi dengan dunia  pendidikan di Papua. Kesan pertama saya turun ke lapangan dan memperhatikan keadaan sekolah di sana adalah tidak tertahannya air mata dan bergetarnya bibir ini. Saya merasa sangat malu ternyata fasilitas yang dapatkan dulu jauh lebih baik daripada yang sekarang saya liat secara langsung. Saya tidak memiliki alasan dengan berbagai teori yang kuat ataupun untaian kata yang indah. Saya hanya ingin bersama-sama berkontribusi kepada negeri tercinta khususnya dalam hal-hal yang bisa jangkau untuk dilakukan saat ini. Akan percuma begitu saja apabila hanya teori dan untaian kata indah yang selalu terucap tanpa aksi dari orang-orang yang tidak bisa berteori dan memberikan untaian kata indah”

 

Michael Haratua Rajagukguk (Salah satu anggota bidang lapangan TKP PPI dunia yang sedang mengabdi di Papua Barat)

 

Anggota bidang khusus yang dipilih adalah mereka yang memiliki keahlian khusus atau pengalaman khusus di lapangan dan bidang media. Ketika membaca surat motivasi kawan-kawan pelajar Indonesia dari berbagai penjuru dunia, jujur membuat saya terharu dan merasa motivasi saya sebagai ketua tim belum seberapa dibanding mereka. Tahun 2010, saya meninggalkan sekolah bisnis pada tahun ke-3 kuliah untuk fokus pada berbisnis. Waktu itu, karena semangat anak muda yang sedang membara dalam dunia usaha, saya berfikir bahwa ijazah hanya akan mengantarkan menjadi pencari pekerjaan sementara saya ingin menciptakan lapangan pekerjaan.

Akhirnya dengan modal semangat dan bekal ilmu dari sekolah bisnis bisa mencapai 300 mitra dan menjadikan sebagai binaan terbaik salah satu bank terbesar di Indonesia. Kurang lebih setahun focus berbisnis, ketua HIPMI, Pemerintah Daerah dan pihak perbangkan siap mendukung untuk pengembangan bisnis. Bahkan survey sudah dilakukan dan MoU telah disiapkan. Tapi, apa yang saya lakukan berikutnya? Karena persoalan idealisme, saya mengcancel persiapan permodalan dan kerja sama dengan alasan riset bisnis yang lebih matang.

Tepat 17 Agustus 2012, saya mulai menginjakkan kaki di Pulau Sumatera dan mengunjungi daerah pedalaman. Awalnya untuk kepentingan riset, tapi perlahan menyadarkan saya tentang arti sebuah pengabdian di tengah-tengah masyarakat. Menyadarkan bahwa saya harus banyak belajar dari masyarakat. Saat itu, pemikiran saya belum sampai seperti Scholastica Asyana untuk berjuang menegakkan hukum dan HAM. Walaupun akhirnya setelah kurang lebih setahun pengabdian saya memilih untuk kembali ke bangku kuliah untuk belajar hukum, politik dan bisnis. Pelajar di sekolah hukum Prancis ini semakin meyakinkan kami bahwa jangan sampai keinginan kita untuk memajukan peradaban malah berujung pada kapitalisme modern dan eksploitasi besar-besaran pada sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Kemarin hingga hari ini, mungkin kita mendapatkan kesempatan yang lebih baik bagi sebahagian besar saudara-saudara kita di Papua. Maka dengarkanlah semangat Yanuar bahwa setiap kita sebagai generasi penerus seharusnya merasa memiliki tanggung jawab intelektual untuk turut serta menyumbangkan ide dalam rangka pengembangan Papua menjadi daerah yang lebih sejahtera. Betapa bersyukurnya kami bergabung dalam keluarga TKP PPI Dunia ini ketika di tengah-tengah kami hadir seorang putri daerah yang berasal dari Raja Ampat. Chalilah hadir karena merasa terpanggil dari dalam hati yang tulus untuk membangun daerahnya. Ia hadir untuk memperluas pergaulan dengan kawan-kawan pelajar Indonesia yang mendapat kesempatan belajar di berbagai negara di dunia. Adapun wakil Chalilah adalah seorang asisten peneliti di Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia. Izzudin adalah alumni Ekspedisi NKRI 2016 Koridor Papua Barat. Ia Peneliti sosial budaya kota & kabupaten Sorong dan kabupaten Raja Ampat. Ia bertugas; Mencari data sekunder. Meneliti 9 aspek (kondisi fisik, kondisi sosial, adat istiadat, perkawinan, kekerabatan, kesehatan, ekonomi dan pariwisata). Meneliti sejarah. Meneliti kearifan lokal setiap distrik yang dikunjungi dan meneliti sejarah suku yang pernah ditemui.

Mengapa kami bergabung di TKP PPI Dunia? Karena kami punya kegelisahan yang sama sebagai anak bangsa. Kami hadir sebagai bentuk kesyukuran karena mungkin telah mendapatkan kesempatan yang lebih baik khususnya di bidang pendidikan dan kami ingin bersyukur dengan berbagi dengan saudara kami di belahan bumi Indonesia yang terindah.

Salam,
Andi Subhan Husain
(Ketua TKP PPI Dunia)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: