Universitas Islam Madinah Selenggarakan Pelatihan Bahasa Arab untuk Tokoh Pendidikan Indonesia

Liputan Madinah – Untuk kali kedua, Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, menyelenggarakan Daurah (Pelatihan) Bahasa Arab dan Budaya untuk para tokoh pendidikan di Indonesia, dauroh pertama telah diselenggarakan pada Februari 2016 lalu dan dauroh kedua ini dibagi menjadi 2 gelombang; gelombang pertama diadakan pada 15 Desember 2016-15 Januari 2017 dan gelombang kedua diadakan pada Februari 2017. Dauroh tokoh kedua gelombang pertama ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari para pembina/ketua dari berbagai yayasan dan lembaga pendidikan di Indonesia serta rektor/ketua, dekan dan kepala jurusan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dauroh ini terselenggara atas kerjasama Universitas Islam Madinah dengan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.

Selama 1 bulan di Madinah, para peserta dauroh mengikuti kuliah yang diadakan di Ma’had Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyyah li ghairi an-Nathiqina biha (Institut Pengajaran Bahasa Arab untuk Penutur Asing) Universitas Islam Madinah pada hari Ahad sampai Kamis pada pukul 07.30 sampai 12.15. Adapun di sore harinya peserta dauroh disediakan bus antar jemput untuk menunaikan shalat maghrib dan isya serta mengikuti kajian di Masjid Nabawi, serta di hari liburnya (Jumat dan Sabtu) mereka berkesempatan menunaikan ibadah umrah di kota suci Mekkah al-Mukarramah.

Pada hari Sabtu, 24 Desember 2016, mereka mengikuti kegiatan ziarah ma’alim Madinah, yaitu mengunjungi beberapa tempat bersejarah di kota Madinah, seperti Masjid Quba, Gunung Uhud dan Stasiun kereta api Madinah peninggalan Turki Utsmani. Pada hari Kamis, 28 Desember 2016, mereka berkesempatan mengunjungi Museum al-Haramain asy-Syarifain (Dua Tanah Suci) dan Pabrik Pembuatan Kiswah Ka’bah yang terletak di Makkah, setelah mereka menunaikan ibadah umrah pada hari Rabu, 27 Desember 2016.

Foto bersama peserta dauroh (Pelatihan).
Foto bersama peserta daurah (Pelatihan).
Peserta dauroh saat mengunjungi kereta api peninggalan Turki Utsmani.
Peserta pelatihan saat mengunjungi stasiun kereta api Madinah peninggalan Turki Utsmani.

Alhamdulillah kita dengan selamat tiba tanggal 15 pada saat itu, ada 4 yang belakangan menyusul, tapi alhamdulillah karena kita tidak langsung kuliah waktu itu, jadi masih ada waktu 2 hari menunggu kita masuk kuliah, perkuliahan lancar, baik. Alhamdulillah, fokus memang pada bahasa Arab, sedikit ada budaya diawal, bagaimana tentang misalkan meminum kopi “qahwah” yang memang khas Arab, nah itu beberapa dicontohkan oleh dosen-dosen kita,” tutur Wachid Ridwan, Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah yang menjadi ketua rombongan gelombang pertama pada dauroh kali ini. “Saya kira cukup sangat bagus, program ini perlu tetap dipertahankan, bahkan harus terus dilanjutkan, namun perlu ada perbaikan-perbaikan,” lanjut Wachid.

“Yang paling utama kesempatan yang luar biasa itu yang utama, kita belajar bahasa Arab di Madinah, kita punya kesempatan untuk terus menerus berada di Masjid Nabawi, tiap hari bisa akses ke Masjid Nabawi, kita punya kesempatan umrah di hari-hari libur, sembari kita mempelajari karakter orang Arab dan bahasa Arab itu luar biasa, kalau bicara kesempatan untuk mengakses Universitas Islam Madinah dengan letak geografisnya, dengan budaya Islam yang tumbuh disini, dan sebagainya, itu saya kira kesempatan yang mungkin kita tidak dapatkan di tempat lain.” cerita Dr. Fitra Arsil, Kepala Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, salah satu peserta dauroh ini.

“Dan satu lagi mungkin yang menarik bagi saya di sini adalah, suasana yang kita bangun bersama semua civitas akademika, dengan dosen, dengan pihak universitas. Saya kira ini baru, saya punya pengalaman mengajar di Universitas Indonesia lebih dari 15 tahun, tapi saya menemukan cara mereka berkomunikasi, cara mereka berinteraksi dengan mahasiswa dan civitas akademika yang lainnya, ini cara yang tersendiri, saya mendapatkan banyak manfaatlah dari situ.” tambah Dr. Fitra.

(Imam Khairul Annas/F)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: