Warna-Warni Holi, Tanda Musim Semi Dimulai

Setiap bulan Maret, masyarakat India baik yang berada di India ataupun di luar India merayakan Festival Holi. Festival yang menandakan berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi ini mampu menarik minat masyarakat luas untuk merayakannya. Turis pun ramai berdatangan ke kota-kota yang berhubungan dengan Dewa Krishna seperti Mathura, Vrindavan.

Selain di India, masyarakat Nepal, Bangladesh bahkan Indonesia juga ikut merayakan. Konjen India di Denpasar Bali setiap tahunnya juga ikut mengundang masyarakat untuk merasakan serunya ditaburi bubuk warna-warni. Nah, sebagai mahasiswa Indonesia di India apakah kami ikut merayakan? Tentu saja, meskipun ada dramanya hehe…

Holi kali ini bertepatan dengan ujian, jadi kami tidak bisa merayakan tepat di hari H. Setelah bolak-balik rapat dengan kakak kelas dan adik kelas, akhirnya kami putuskan untuk merayakan Holi di hari terakhir ujian. Kami korbankan kakak kelas untuk minta ijin ke kepala sekolah juga bapak ibu asrama.

Seperti biasanya kami hanya main tabur-tabur bubuk warna, tanpa semprotan air juga api unggun. Hemat air kakak, nanti air habis nggak bisa mandi bagaimana. Acara dimulai jam 6 sore, dipusatkan di lapangan kampus dan tentu saja dilaksanakan terpisah antara mahasiswa dan mahasiswi. Seru? Banget. Lebih seru lagi waktu antri mandi dan bersihkan warna yang masih menempel di wajah.

Sebagai pemain Holi kawakan, saya punya beberapa tips merayakan Holi secara baik dan benar yang bisa dilihat dibawah ini. Jadi semua senang dan acara perayaan Holi bisa lancar.

  1. Jangan ugal – ugalan dalam melempar warna, meskiupun nggak ada yang marah kalau kalian melempar warna tapi sebaiknya berhati-hati kalau ada anak kecil atau orang tua yang ikut main. Jangan sampai mereka kelilipan atau malah sesak nafas. Re to the pot urusannya. Dan tolong jangan oleskan bubuk warna itu ke hewan seperti anjing, kucing atau sapi yang kebetulan melintas.
  2. Save water! Meskipun memang seru kalo kita semprot air warna atau bikin teman kita basah kuyup setelah itu diolesin warna-warna mending jangan pakai air deh. Bukannya sok-sokan hemat air, tapi kalau pakai air warna yang nempel di kulit kita susah hilangnya. Trus muka kita bukannya jadi warna-warni malah jadi hitam legam. Nggak kece kan?
  3. Pakai kacamata. Lindungi mata anda, karena sesungguhnya kelilipan bubuk warna itu perihnya tiada dua. Terutama yang rawan alergi.
  4. Pakai baju putih atau warna terang lainnya. Kenapa? Baju warna putih dan warna terang lainnya bikin warnanya makin kelihatan, jadi bagus difotonya. Hehe. Dan jangan buang bajunya, cuci trus pakai lagi deh tahun depan (mak irit)
  5. Tahan nafas waktu mereka lempar atau oles bubuk warnanya. Jadi nggak bakalan batuk – batuk kena bubuknya
  6. Ambil plastik bungkus bubuk warnanya dan buang ke tempat sampah. Kebersihan adalah sebagian dari Iman bukan? Bersih pangkal sehat toh?
  7. Selesai main cepat mandi dan keramas, kalau warnanya masih nempel di kulit oleskan baby oil atau minyak kelapa. Jangan malah digosok-gosok dengan sabun, nanti iritasi.

Jadi sudah siap main Holi tahun depan?

Penulis:
Adhihayu Arcci Maharddhika, S.Pd
Bachelor of Ayurvedic Medicine and Surgery (BAMS)
Aroor Laxmi Narayana Rao Memorial Ayurvedic Medical College. Koppa.

 

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: