Wisata Singkat PPMI Madinah di Istanbul

Pemutusan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Qatar berdampak luas, hingga para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Universitas Islam Madinah pun terkena dampaknya. Tiket pulang-pergi maskapai Qatar Airways yang seyogyanya ditempuh dengan rute Madinah-Doha-Jakarta terpaksa harus diubah dengan beberapa pilihan rute, antara lain:

☆ Jakarta-Doha-Muscat-Madinah

☆ Jakarta-Doha-Kuwait-Madinah

☆ Jakarta-Doha-Istanbul-Madinah

Adanya opsi transit di Istanbul memunculkan inisiatif dari beberapa mahasiswa untuk masuk ke dalam kota Istanbul jika waktu memungkinkan.

Atas berkat rahmat Allah disepakatilah untuk memilih penerbangan Qatar Airways Kamis, 14 September 2017 pukul 00:20 dini hari dari Jakarta menuju ke Doha, Qatar dengan transit selama 4 setengah jam. Selama di Doha, dilakukan pengarahan (briefing) oleh salah satu mahasiswa yang sebelumnya sudah pernah berkunjung ke Turki terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan setiba di Istanbul nantinya.

Dari Doha penerbangan dilanjutkan ke Istanbul dengan transit selama 9 jam 20 menit. Tiba di Bandara Internasional Sabiha Gökçen sekitar pukul 13:30, sesuai pengarahan ketika di Doha, 21 mahasiswa yang tergabung bersama grup PPMI Madinah langsung menarik uang melalui m
esin ATM bandara, mengantri imigrasi, menukar uang melalui money changer, membeli kartu transportasi (Istanbulkart), lalu menunggu bus Havataş dengan tujuan pelabuhan Kadıköy. Perjalanan darat Sabiha-Kadıköy ditempuh dengan waktu selama 1 jam 11 menit.

Sampai di Kadıköy, rombongan menuju dermaga kapal fery dengan tujuan pelabuhan Eminönü. Perjalanan laut ini ditempuh kurang lebih 25 menit. Di Eminönü dapat terlihat Galata Tower dan Jembatan Bosphorus yang menghubungkan Istanbul wilayah Asia dan Eropa. Dari Eminönü rombongan menaiki Tramvay (kereta listrik) menuju stasiun Sultanahmet.

Dikarenakan terbatasnya waktu, rombongan PPMI Madinah hanya sempat mengunjungi Basilica Cistern, Hagia Sophia, sholat di Blue Mosque, berfoto di area Hippodrome dan taman di depan Blue Mosque.

Dikhawatirkan tak dapat bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Istanbul, beberapa hari sebelum keberangkatan, salah satu anggota Departemen Publikasi dan Dokumentasi PPMI Madinah sudah lebih dahulu memberi kabar dan memohon maaf kepada PPI Istanbul jika nantinya tidak sempat silah-ukhuwwah. Benar saja, ternyata waktu memang tidak memungkinkan untuk berjumpa saudara seperjuangan di Istanbul.

Menjelang waktu magrib rombongan kembali ke bandara dengan rute sebaliknya dengan alat transportasi yang sama. Tiba di Bandara Internasional Sabiha Gökçen langsung mengantri imigrasi lalu melaksanakan sholat di musholla bandara. Selesai sholat, panggilan untuk masuk pesawat Turkish Airlines tujuan Madinah pun terdengar.

Setelah menempuh perjalanan udara sekitar 3 jam 25 menit rombonganpun tiba di Madinah Al-Munawwarah dengan selamat dengan membawa kenangan singkat selama di dalam kota Istanbul. Tak hanya kenangan, semangat Sahabat Rasulullah; Abu Ayyub Al-Anshori dan Sultan Muhammad Al-Fatih pun terpatri di hati. [] (Red. Ahmad Bilal Almagribi/PPMI Madinah)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: